Friday, March 22, 2019

Tanda Berat Badan Bayi dalam Kandungan Normal dan Sehat

Berat badan bayi dalam kandungan menjadi salah satu yang harus diperhatikan oleh para ibu hamil. Selama sekitar 9 bulan, bayi yang sehat seharusnya mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagaimana mestinya, termasuk dalam berat badan. Untuk itu, seorang ibu harus tahu bagaimana tanda berat badan janin yang normal dan sehat.

Pertambahan Berat Badan Janin yang Kurang Diperhatikan
Sebagian besar ibu hamil, mereka lebih fokus terhadap pertambahan berat badan dirinya, sementara kurang memperhatikan pertambahan berat badan janin. Hal ini dikarenakan anggapan para ibu yang mengatakan jika berat badan ibu bertambah, maka berat badan janin juga bertambah.
Meskipun anggapan tersebut tidak salah, tapi tidak selamanya pertambahan berat badan ibu hamil diikuti dengan pertambahan berat badan janin. Mengingat, pertambahan berat badan ibu tidak hanya disebabkan oleh berat badan janin yang bertambah, tapi ada faktor lainnya.

Penyebab lain dari bertambahnya berat badan ibu adalah cairan ketuban, cairan dalam jaringan tubuh, timbunan lemak, pembesaran payudara, dan volume darah. Oleh karena itu, penting untuk memantau pertambahan berat badan sang ibu dan juga janin yang ada di dalam kandungan melalui USG atau pemeriksaan dokter lainnya.

Pemantauan Berat Badan Janin dalam Kandungan
Umumnya, pertambahan berat badan janin bisa dilakukan sejak awal kehamilan, akan tetapi berat badan janin baru bisa dihitung saat sudah memasuki pertengahan kehamilan hingga usia kehamilan mencapai 37 minggu. Pertambahan berat badan ini biasanya bersifat linier. Berikut adalah pertambahan berat badan bayi dalam kandungan yang normal:
•    Kehamilan 5 bulan: 500 gram
•    Kehamilan 7 bulan: 1.000 gram
•    Kehamilan 8 dan 9 bulan: 2.000-3.000 gram
•    Bayi dikatakan cukup untuk dilahirkan: 2.500-4.000 gram.

Pertambahan berat badan yang nromal dan tidak jauh tertinggal atau berlebih dari sebagaimana mestinya membuat kita harus bersyukur karena tandanya, janin dalam kandungan berada dalam kondisi yang sehat dan normal. Terlebih jika tidak terlihat ada kelainan lainnya.
Janin yang memiliki berat badan lebih dari 4.000 gram, maka akan tergolong makrosomia atau giant baby. Sedangkan, janin yang berat badannya kurang dari 2.500 gram termasuk Bayi dengan Berat Lahir Rendah atau BBLR.

Bayi yang terlahir prematur biasanya memiliki berat badan kurang dari 2.500 gram atau BBLR. Begitu juga dengan kehamilan kembar, dimana berat badan salah satunya bisa kurang dari normal karena mereka bersaing dalam mendapatkan nutrisi ketika di dalam kandungan.
Janin dengan berat badan terlalu rendah bisa mengindikasikan beberapa penyakit atau gangguan yang dialami sang ibu, seperti preeklamsia, malaria kronik, hipertensi dan asupan nutrisi yang kurang sehingga berpengaruh terhadap berat badan janin yang kurang.

Kondisi ibu hamil harus tetap terjaga dengan baik dan penting untuk dilakukan pemantauan. Berbagai keperluan ibu hamil dan janin bisa Anda dapatkan dari Orami. Informasi bermanfaat seperti berat badan bayi dalam kandungan atau lainnya juga bisa Anda dapatkan.
Disqus Comments